2014
|
Agustus, Kini aku telah lulus SMK. Hari-hariku
yang biasa sekolah, kini telah berubah. Dulu pakai seragam sekarang pakai baju
muslim. Pekerjaan di rumah, di tempat kerja menantiku selalu. Tenagaku
dibutuhkan, terkadang rasa lelah di sore hari sering aku keluhkan.Teman baru,
Suasana baru, Lingkungan baru, itu semua mengalahkan rasa lelahku. Aku bangga
terhadap perubahan ini, perubahan yang membuatku dewasa dan tahu makna hidup
yang sebenarnya. Sekarang aku punya mimpi dan pasti akan kuperjuangkan untuk
jadi nyata.Sekarang aku punya tujuan.
Nyatanya berlainan, tujuan yang telah kurangkai semuanya harus kulebur. Diakhir tahun
tepatnya Bulan Desember 2014, aku harus kehilanagan pekerjaanku, karena
kebijakan kampus telah menetapkan kantin harus ditutup dan akan dijadikan ruang
kelas. Sedih rasanya meninggalkan tempat yang sudah kurasa nyaman, ada banyak
kebahagiaan, canda tawa, pengalaman yang berharga serta orang’’ yang istimewa.
Kisah yang terukir selama 3 bulan disana adalah hal dan masa terindah yang
pernah ku dapatkan. Tapi aku sadar, mungkin sudah takdirnya dan tidak ada yang
perlu disesali. Saatnya melangkah menemukan sesuatu yang baru karena hidup
butuh perubahan untuk menjadi lebih baik. Semangat !!!
2015
|
Kesana-kemari aku mencari kerja, agar bisa
mengumpulkan uang untuk kuliah. Yah banyak pengalaman lucu, pahit, asin, memalukan
juga karena sempat kerja Cuma 2 hari keluar, kerja 3 Minggu keluar. Sampai
akhirnya di akhir bulan Februari, aku memilih tawaran kerja di Jogja tepatnya
daerah Gamping.
Sesuai dengan motto kerjaku “MENCARI
PENGALAMAN” hehee,, aku tak pernah pusing dengan urusan uang gaji, yang penting
seberapa banyak pengalaman yang kudapat. Karena pengalaman adalah guru terbaik,
sedangkan uang itu bagian dari rezeki, dan masih banyak rejeki lain yang sangat
aku syukuri dan aku tidak merasa kekurangan walau uangku sedikit.
Tempat kerja yang sekarang
ini Jual + Sewa scaffolding. Baru 1 bulan di jogja, aku di pindah ke cabang
toko yang ada di jakarta. Padahal baru saja aku menikmati suasana jogja, tapi
aku senang karena sempat jalan-jalan ke malioboro bareng 3 temanku yang asli
orang jogja. Berangkatnya naik taksi, tiap orang bayarnya 20ribu.. Asyik sekali
dan sungguh ini pengalaman yang belum pernah ku dapatkan.
Awal April, hari pertamaku
menginjakkan kaki di kota tangerang. Pagi jam 03.00 bus yang ku naiki sampai di
stasiun Poris. Setelah di rumah, ternyata aku disediakan mes di tangerang, lalu
untuk kerjanya di Pesing, jakarta. Alhamdulillah, pengalaman-pengalaman terus
mengalir. Setiap berangkat dan pulang kerja, aku naik KRL Stasiun Poris –
Pesing. Cukup melelahkan juga aku harus jalan kaki menuju stasiunnya.
Ku goreskan banyak cerita
selama di tangerang & Jakarta, mulai dari petualangan ke Cibubur menemui
temanku, dengan modal nekad tanya kesana- kemari, naik kopaja, angkot sampai
juga di Perumahan Raffles Hill, Cibubur. Di bulan puasanya aku mengikuti buka bersama
di Kota Tua, serta jalan-jalan ke Jatinegara. Tapi saat mudik lebaran pun tiba, aku jelaskan
pada semua bahwa aku berhenti bekerja.
Malam idul fitri aku tersadar dan teringat
pada keingin yang belum terwujud. Bahwa aku telah melupakan keinginanku untuk kuliah.
Entah apa yang membuatku tak bersemangat lagi memikirkan cara agar aku bisa
kuliah. Semakin lama berfikir semakin aku mengerti dan aku tidak
menginginkannya lagi.
Semua yang pernah ku lakukan tidak akan terulang lagi karena mulai sekarang dan seterusnya, mulai dari 0, di hatiku sungguh aku ingin hijrah...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar